INDONESIA adalah negara paling strategis didunia, penghubung antara benua satu dengan yang lain nya dengan jumlah populasi penduduk 200 juta jiwa lebih. dan islam adalah agama mayoritas yang dipilih oleh para penduduk nya. iklim cuaca di indonesia pun adalah iklim yang terbaik di dunia, tak salah jika koes plus menyatakan meskipun batu yang ditanam, akan tetap tumbuh menjadi tanaman di indonesia kita ini.
Semenjak perumusan indonesia merdeka banyak sekali idiologi-idiologi lain yang ingin menguasai negara ini. kita telah mengenal idiologi marxisme, nasionalisme dan islamisme jauh sebelum pancasila di rumuskan, sedangkan pancasila itu sendiri lahir dengan menggabungkan dua idiologi yang paling dapat di terima oleh masyarakat indonesia pada saat itu yaitu idiologi nasionalisme dan idiologi islamisme.
Diantara kiita pasti tahu apa yang tertulis pada sila pertama didalam pancasila pada awal pembentukan nya, yaitu "ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya", mungkin diantara kita sudah memaklumi kalimat pada sila pertama pada awal perumusan pancasila yang yang saya sebutkan diatas tadi, tapi bagi saya ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal, pertanyaan nya adalah; mengapa harus kalimat tersebut yang dipilih, mengapa kalimat pada kalimat sila pertama tersebut pula yang di rubah didalam perumusan pancasila? apakah indonesia pada saat itu belum siap untuk menyatakan bahwa indonesia adalah negara islam? lalu, dimana letak penghargaan jasa para pahlawan kemerdekaan yang ada diseluruh indonesia pada saat sebelum indonesia merdeka? Mengapa pertanyaan-pertanyaan itu saya pertanyakan, karna menurut saya semua pahlawan pejuang kemerdekaan adalah muslim, dan hanya islam satu-satu nya agama yang melarang untuk menjajah masyarakat lain atau bangsa lain.
Pada masa indonesia telah merdeka masih saja ada idiologi lain yang ingin menguasai indonesia, peristiwa yang sangat menggemparkan adalah peristiwa G 30 S PKI. ini adalah suatu bukti nyata bahwa masih ada saja idiologi lain yang ingin menjajah indonesia kita tercinta ini. Dan pada masa REFORMASI pada saat sekarang inipun masih ada saja pihak-pihak yang berusaha untuk memasuki faham-faham mereka.
kita ingat sekali pada masa pemerintahan presiden sukarno dimana pada waktu itu beliau mencoba memasuki faham yang begitu mengguncang politik indonesia pada waktu itu, faham yang pertama sekali beliau ingin terapkan di indonesia adalah faham nasakom (Nasional, Agama, Komunis).
faham iniah lah yang membuat perpecahan antara Bung Karno dengan Bung Hatta, dimana pada waktu itu mereka berdua adalah pasangan yang sangat disegani oleh pemimpin-pemimpin dunia pada waktu itu.
Kini, setelah indonesia telah merdeka hampir lebih 69 tahun lama nya kita masih saja di hantui oleh faham-faham yang ingin menjajah idiologi kita. selepas runtuh nya pemerintahan presiden suharto pada tahun 1998, kondisi politik dan ekonomi indonesia mulai memburuk, naik nya harga bahan pangan dan kedaulatan indonesia pun mulai terusik.
pada saat pemilu tahun 1999, partai demokrasi indonesia perjuangan (PDI-P) merupakan partai pemenang pemilu dan berhak untuk mengajukan megawati sebagai presiden pada waktu itu. pada saat itu nampak jelas sekali persaingan idiologi politik yang terjadi di GEDUNG MPR-DPR, meskipun PDI-P mendapatkan uumlah kursi paling banyak kala itu, tidak sanggup untuk memenangkan megawati sebagai presiden, justru Gusdur dengan koalisi nya lah yang mengangkat Dia sebagai presiden ke-tiga pada waktu itu,
Kini, pada pemilu presiden yang akan di laksanakan pada tanggal 9 juli 2014 nanti, akan tampak jelas persaingan idiologi politik yang akan terjadi di negara kita ini. Suara kita dan tanggung jawab kita lah yang akan menentukan arah indonesia yang lebih baik nanti, apakah kita sudah mengerti betul dengan visi dan misi dari masing-masing calon presiden, dan yang terpenting adalah, kita harus memilih prresiden yang betul-betul ikhlas membela rakyat dan berppegang teguh dengan pancasila sebagai idiologi dan keutuhan negara Indonesia.
Semenjak perumusan indonesia merdeka banyak sekali idiologi-idiologi lain yang ingin menguasai negara ini. kita telah mengenal idiologi marxisme, nasionalisme dan islamisme jauh sebelum pancasila di rumuskan, sedangkan pancasila itu sendiri lahir dengan menggabungkan dua idiologi yang paling dapat di terima oleh masyarakat indonesia pada saat itu yaitu idiologi nasionalisme dan idiologi islamisme.
Diantara kiita pasti tahu apa yang tertulis pada sila pertama didalam pancasila pada awal pembentukan nya, yaitu "ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya", mungkin diantara kita sudah memaklumi kalimat pada sila pertama pada awal perumusan pancasila yang yang saya sebutkan diatas tadi, tapi bagi saya ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal, pertanyaan nya adalah; mengapa harus kalimat tersebut yang dipilih, mengapa kalimat pada kalimat sila pertama tersebut pula yang di rubah didalam perumusan pancasila? apakah indonesia pada saat itu belum siap untuk menyatakan bahwa indonesia adalah negara islam? lalu, dimana letak penghargaan jasa para pahlawan kemerdekaan yang ada diseluruh indonesia pada saat sebelum indonesia merdeka? Mengapa pertanyaan-pertanyaan itu saya pertanyakan, karna menurut saya semua pahlawan pejuang kemerdekaan adalah muslim, dan hanya islam satu-satu nya agama yang melarang untuk menjajah masyarakat lain atau bangsa lain.
Pada masa indonesia telah merdeka masih saja ada idiologi lain yang ingin menguasai indonesia, peristiwa yang sangat menggemparkan adalah peristiwa G 30 S PKI. ini adalah suatu bukti nyata bahwa masih ada saja idiologi lain yang ingin menjajah indonesia kita tercinta ini. Dan pada masa REFORMASI pada saat sekarang inipun masih ada saja pihak-pihak yang berusaha untuk memasuki faham-faham mereka.
kita ingat sekali pada masa pemerintahan presiden sukarno dimana pada waktu itu beliau mencoba memasuki faham yang begitu mengguncang politik indonesia pada waktu itu, faham yang pertama sekali beliau ingin terapkan di indonesia adalah faham nasakom (Nasional, Agama, Komunis).
faham iniah lah yang membuat perpecahan antara Bung Karno dengan Bung Hatta, dimana pada waktu itu mereka berdua adalah pasangan yang sangat disegani oleh pemimpin-pemimpin dunia pada waktu itu.
Kini, setelah indonesia telah merdeka hampir lebih 69 tahun lama nya kita masih saja di hantui oleh faham-faham yang ingin menjajah idiologi kita. selepas runtuh nya pemerintahan presiden suharto pada tahun 1998, kondisi politik dan ekonomi indonesia mulai memburuk, naik nya harga bahan pangan dan kedaulatan indonesia pun mulai terusik.
pada saat pemilu tahun 1999, partai demokrasi indonesia perjuangan (PDI-P) merupakan partai pemenang pemilu dan berhak untuk mengajukan megawati sebagai presiden pada waktu itu. pada saat itu nampak jelas sekali persaingan idiologi politik yang terjadi di GEDUNG MPR-DPR, meskipun PDI-P mendapatkan uumlah kursi paling banyak kala itu, tidak sanggup untuk memenangkan megawati sebagai presiden, justru Gusdur dengan koalisi nya lah yang mengangkat Dia sebagai presiden ke-tiga pada waktu itu,
Kini, pada pemilu presiden yang akan di laksanakan pada tanggal 9 juli 2014 nanti, akan tampak jelas persaingan idiologi politik yang akan terjadi di negara kita ini. Suara kita dan tanggung jawab kita lah yang akan menentukan arah indonesia yang lebih baik nanti, apakah kita sudah mengerti betul dengan visi dan misi dari masing-masing calon presiden, dan yang terpenting adalah, kita harus memilih prresiden yang betul-betul ikhlas membela rakyat dan berppegang teguh dengan pancasila sebagai idiologi dan keutuhan negara Indonesia.
QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
No comments:
Post a Comment